Termasuk Ke Dalam Delik Apakah Ujaran Kebencian? Apakah Sama Antara Ujaran Kebencian dengan Pencemaran Nama Baik? Jelaskan dan Berikan Dasar Hukumnya

Apa Itu Ujaran Kebencian?

Ujaran kebencian atau hate speech merupakan pernyataan atau ucap yang berisi sentimen negatif, rasa benci, diskriminasi, atau prasangka terhadap individu atau kelompok tertentu berdasarkan atribut seperti ras, agama, etnis, orientasi seksual, atau identitas gender. Ujaran kebencian dapat berbentuk tulisan, pidato, atau perilaku lain yang dapat menghasut atau mempromosikan kekerasan atau prasangka.

Status Ujaran Kebencian dalam Hukum

Dalam hukum Indonesia, ujaran kebencian punya peranan penting dan menjadi delik yang diatur dalam Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Pasal 28 ayat (2) UU ITE mengatur tentang ujaran kebencian, peraturannya sebagai berikut:

Baca Juga :  Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dalam Bahasa Jepang Disebut...

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”

Pencemaran Nama Baik: Apa dan Bagaimana?

Pencemaran nama baik adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dimana mereka dengan sengaja membuat pernyataan palsu atau menyesatkan tentang individu atau organisasi dengan tujuan merugikan reputasi mereka. Ini bisa dilakukan melalui berbagai media, termasuk berita palsu, gosip, atau isu yang menyesatkan.

Dalam hukum Indonesia, pencemaran nama baik juga diatur dalam UU ITE, Pasal 27 ayat (3):

Baca Juga :  Nabi Sulaiman pandai?

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Apakah Ujaran Kebencian dan Pencemaran Nama Baik itu Sama?

Tidak, ujaran kebencian dan pencemaran nama baik berbeda walaupun keduanya dapat berbentuk verbal atau tertulis dan bisa merugikan pihak yang menjadi target. Perbedaannya terletak pada tujuan dan dampaknya. Ujaran kebencian biasanya ditujukan untuk menimbulkan rasa benci atau prasangka terhadap suatu kelompok berdasarkan atribut tertentu (seperti ras, agama, dsb.), dan bisa memicu kekerasan atau konflik. Sementara itu, pencemaran nama baik ditujukan pada individu atau organisasi dengan tujuan merusak reputasi mereka.

Baca Juga :  Berikut yang merupakan masalah sosial adalah?

Keduanya adalah perbuatan yang melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi sesuai dengan UU ITE di Indonesia.

Kesimpulan

Ujaran kebencian dan pencemaran nama baik adalah dua konsep yang berbeda dalam hukum. Keduanya merugikan, tetapi mereka mempunyai tujuan dan dampak yang berbeda. Hukum Indonesia melalui UU ITE telah mengatur dan memberikan sanksi bagi pelaku ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan kedua tindakan tersebut sangat penting agar masyarakat yang lebih kondusif dan harmonis bisa terwujud.

Leave a Comment