Panglima Perang yang Menggantikan Guru Drona dalam Perang Baratayuda

Perang Baratayuda, juga disebut Perang Kurukshetra, adalah sebuah pertempuran epik yang menjadi pusat cerita dalam epos Mahabharata, salah satu naskah suci Hindu. Pertempuran besar ini berlangsung antara dua sisi keluarga kerajaan, antara Pandawa dan Kurawa.

Drona, atau juga dikenal sebagai Guru Drona, merupakan seorang guru seni bela diri yang terkenal dan dihormati. Ia merupakan guru dari kedua belah pihak dalam perang, yaitu Pandawa dan Kurawa. Drona memegang peran vital dalam perang, selain sebagai guru seni bela diri, ia juga menjadi seorang pemimpin dalam perang Baratayuda.

Baca Juga :  Perbedaan Rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta dengan Pembukaan UUD 1945 dan Pengaruhnya terhadap Alinea

Namun, Drona akhirnya gugur dalam perang tersebut. Kejadian ini kemudian membuka jalan bagi seorang panglima lain untuk mengambil alih peran penting yang dipegang oleh Drona. Panglima perang yang menggantikan posisi Guru Drona dalam perang Baratayuda adalah Karna.

KARNA

Karna, adalah salah satu karakter utama dalam epos Mahabharata, dan sering kali dipandang sebagai pahlawan tragis karena ia setia kepada Duryodhana, pemimpin Kurawa, walaupun ia tahu bahwa pihaknya berada di sisi yang salah. Bahkan setelah Guru Drona gugur, Karna memilih untuk tetap berada di pihak Kurawa dan mengambil alih peran Drona sebagai pemimpin dalam perang.

Baca Juga :  Dalam acara pelepasan siswa SMP Sukamaju, Ami memberikan sambutan mewakili teman-teman kelas VII dan kelas VIII. Isi penggalan pidato Ami yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah

Peran Karna dalam Perang Baratayuda

Meski memihak Kurawa, Karna dikenal sebagai seorang ksatria yang memiliki etika perang yang tinggi. Sama seperti Drona, Karna adalah seorang pelatih seni bela diri yang sangat ahli. Ketika dia mengambil alih posisi Drona, dia terus memimpin pasukan Kurawa dengan taktik dan strategi perang yang cerdas.

Namun, meskipun dengan kemampuan dan keahliannya, Karna tidak mampu membawa Kurawa meraih kemenangan dalam perang Baratayuda. Dia akhirnya tewas di tangan Arjuna, salah satu prajurit paling kuat di pihak Pandava. Walaupun demikian, hingga penghujung hidupnya, Karna dihormati sebagai salah satu ksatria terhebat dalam perang tersebut.

Baca Juga :  Hasil .418 : (-16) x 24 =?

Pergantian peran dari Drona ke Karna dalam perang Baratayuda adalah bagian penting dari cerita Mahabharata, merefleksikan dinamika dan konflik internal dalam perang yang legendaris ini. Kedua karakter ini, Drona dan Karna, memiliki pengaruh yang besar dan tinggalkan jejak yang mendalam dalam tradisi dan sastra Hindu.

Leave a Comment