Melakukan Pelarangan Terhadap Pandangan Ekstrem yang Menggelisahkan Masyarakat dan Penerimaan Norma yang Baru Melalui Konsensus Merupakan Bentuk Perwujudan

Dalam tatanan sosial yang dinamis dan terbuka, terdapat potensi munculnya berbagai pandangan dan ideologi yang ekstrem. Pandangan ekstrem ini dapat menjadi ganjalan dalam pembentukan harmoni sosial ketika gagasan-gagasan tersebut bertolak belakang dengan norma dan nilai-nilai umum yang berlaku. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menerapkan pelarangan terhadap pandangan ekstrem yang telah terbukti mengarah langsung pada kerusuhan, kebencian, atau perpecahan.

Membentuk Norma Baru untuk Menyikapi Pandangan Ekstrem

Seiring dengan berjalannya waktu, berbagai norma baru berkembang dan saling mempengaruhi dalam masyarakat. Norma baru ini biasanya muncul sebagai respon terhadap perubahan lingkungan sosial, termasuk munculnya pandangan-pandangan ekstrem. Memahami bagaimana norma baru ini muncul, serta bagaimana menerapkannya, menjadi kunci untuk mendorong tatanan masyarakat yang lebih sehat dan inklusif.

Baca Juga :  Ibu Eni Memutuskan Untuk Menjadi Ibu Rumah Tangga, Maka Ibu Eni Termasuk Golongan Apa?

Salah satu cara merumuskan dan menerima norma baru adalah melalui konsensus. Mekanisme konsensus ini memberikan peluang bagi semua pihak dalam masyarakat untuk memiliki suara dan berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan. Dengan cara ini, muculah suatu bentuk perwujudan dari pengendalian sosial yang demokratis, di mana setiap anggota masyarakat dapat ikut serta dalam penentuan dan penetapan norma yang akan berlaku.

Baca Juga :  Dalam Hal netralitas ASN dilarang

Pelarangan Pandangan Ekstrem sebagai Wujud Perlindungan Masyarakat

Monopoli interpretasi dan pemaknaan atas suatu hal oleh sekelompok orang, terutama yang berorientasi pada pandangan yang ekstrem, bukan hanya dapat berdampak negatif pada stabilitas sosial, tetapi juga merampas hak atas kebebasan individu lainnya. Menyikapi hal ini, masyarakat perlu meletakkan batas-batas tertentu atas pandangan yang dapat diterima dan yang tidak.

Batasan ini tidak bermakna bahwa masyarakat anti-kritik atau anti-perubahan. Justru, tujuannya adalah untuk memerangi diskriminasi, mengurangi intoleransi, dan mempromosikan sikap saling menghargai antaranggota masyarakat. Melalui penyesuaian norma dan kerangka hukum, pertimbangan etis dan moral ini dapat dijaminkan.

Baca Juga :  Apa yang terjadi apabila benda A dan B memiliki elektron yang sama, apakah ada perpindahan elektron?

Penutup

Sebagai suatu entitas yang dinamis, masyarakat memerlukan adaptasi dan penyesuaian untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan. Melalui mekanisme konsensus dalam menerima norma baru dan pelarangan terhadap pandangan ekstrem, masyarakat menciptakan sebuah ruang di mana perbedaan dapat diterima, dihargai, dan diintegrasikan dalam kerangka nilai-nilai sosial yang lebih inklusif. Dengan demikian, masyarakat dapat berkembang dan maju dalam keragaman yang sehat dan produktif.

Leave a Comment