Banyaknya Usaha Ekonomi di Era Globalisasi Membuat Masyarakat Cenderung Bersikap Konsumerisme dan Materialisme: Jelaskan tentang Sikap Tersebut

Globalisasi seringkali dituding sebagai pemicu perubahan sikap masyarakat menjadi lebih konsumeris dan materialistis. Banyaknya usaha ekonomi di era globalisasi ini turut berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mendefinisikan Konsumerisme dan Materialisme

Pada awalnya, kita perlu mendefinisikan apa itu sikap konsumerisme dan materialisme. Konsumerisme adalah prinsip atau penekanan pada pembelian dan konsumsi barang dan jasa. Sementara itu, materialisme adalah penekanan pada kekayaan material dan barang fisik sebagai indikator keberhasilan atau kemajuan.

Dampak Globalisasi pada Ekonomi

Era globalisasi membawa konsep pasar bebas dan kompetisi bisnis menjadi tidak terbatas oleh batas geografis. Ini berarti bahwa lebih banyak usaha dan produk dapat menjangkau masyarakat. Selain itu, dengan teknologi dan internet, akses masyarakat terhadap berbagai barang dan jasa menjadi sangat cepat dan mudah.

Baca Juga :  Sinta dan Yeni akan berlomba lari. Jarak yang akan ditempuh 400 m. Saat Cinta telah sampai garis akhir, Yeni baru menempuh 100 m. Berapa meter sisa jarak yang harus ditempuh Yeni sampai ke garis akhir?

Hubungan Globalisasi, Ekonomi, dan Sikap Masyarakat

Melihat fenomena tersebut, tidak heran jika kemudahan akses ini berdampak pada pola konsumsi masyarakat. Banyaknya pilihan produk dan jasa, serta kemudahan mendapatkannya, membuat masyarakat menjadi lebih konsumtif. Faktor inilah yang memicu tumbuhnya sikap konsumerisme.

Sementara itu, untuk dapat terus berkonsumsi, masyarakat menjadi terdorong untuk berlomba-lomba mencari kekayaan. Paradigma bahwa kebahagiaan bisa didapatkan melalui pemenuhan kebutuhan materi membuat masyarakat menjadi lebih materialistis.

Baca Juga :  Dasar Negara sebagai Pedoman Hidup Bernegara Mencakup Hal-Hal Berikut Kecuali

Dampak dan Implikasi

Tentu, konsumerisme dan materialisme memiliki dampak tersendiri pada individu dan masyarakat secara keseluruhan. Pada satu sisi, sikap konsumeris dapat mendorong pertumbuhan ekonomi karena memicu permintaan pasar. Di sisi lain, konsumerisme yang berlebihan dapat mendorong terjadinya eksploitasi sumber daya, sampah konsumsi, dan ketidakadilan sosial.

Demikian pula, materialisme dapat merusak nilai-nilai dasar dalam masyarakat dan membuat individu menjadi kurang peduli terhadap hal-hal yang tidak berhubungan dengan kepentingan material.

Baca Juga :  NegaradiASEAN yang memiliki pendapatan pertinggi karena gas alamnya adalah?

Kesimpulan

Globalisasi dan pertumbuhan ekonomi telah membawa banyak manfaat, namun juga turut mempengaruhi sikap masyarakat menjadi lebih konsumeris dan materialistis. Bagaimanapun, ini adalah fenomena yang kompleks dan tidak dapat sepenuhnya disalahkan pada globalisasi atau pertumbuhan ekonomi semata. Ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti pendidikan, budaya, dan regulasi. Oleh karena itu, perlu ada upaya bersama untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian nilai-nilai dasar dalam masyarakat.

Leave a Comment