Ayat yang Menjelaskan bahwa Allah Menyampaikan Firman-Firmannya adalah dengan Mengutus Malaikat Jibril untuk Menyampaikannya

Sebagai Sang Pencipta segala sesuatu, Allah berkomunikasi dengan hamba-hamba-Nya dalam berbagai cara. Salah satu cara Allah menyampaikan Firman-firman-Nya adalah melalui perantara, yaitu Malaikat Jibril. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan hal ini.

Surah Al-Baqarah (2:97)

Surah Al-Baqarah, ayat 97 menjelaskan hubungan antara Allah, Malaikat Jibril, dan penyampaian wahyu. Ayat ini berbunyi:

“Siapakah yang menjadi musuh kepada Jibril, padahal dialah yang menurunkan Al-Qur’an ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa yang sebelumnya, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang Mukmin.”

Jelas dari ayat ini bahwa Malaikat Jibril bertindak sebagai perantara antara Allah dan manusia dalam penyampaian firman-Nya. Jibril adalah malaikat yang dipilih untuk membawa wahyu dari Allah kepada para nabi dan rasul.

Baca Juga :  Cara Mematikan Lawan dalam Permainan Softball Dapat Dilakukan Melalui

Surah An-Nahl (16:102)

Surah An-Nahl, ayat 102 juga membahas tentang peran Malaikat Jibril dalam menyampaikan wahyu. Ayat ini berbunyi:

“Katakanlah: “Ruhul Kudus (Jibril) menurunkannya dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan hati orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”

Ruhul Kudus dalam ayat ini merujuk kepada Malaikat Jibril. Ayat ini menjelaskan bahwa Jibril membawa turun wahyu “dengan benar,” yang berarti apa yang dia sampaikan adalah kebenaran absolut dari Allah.

Baca Juga :  Medium Berupa Benda Atau Barang Yang Digunakan Dalam Menggambar Disebut

Surah Ash-Shu’ara (26:192-194)

Surah Ash-Shu’ara juga memberikan penjelasan tentang peran Malaikat Jibril dalam menyampaikan wahyu. Ayat 192-194 berbunyi:

“Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar turun oleh Rabb semesta alam, Yang diturunkan dengan sebenarnya oleh Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu, agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan,”

Secara keseluruhan, melalui ayat-ayat Qur’an ini, kita melihat bahwa Allah memilih Malaikat Jibril sebagai perantara untuk menyampaikan firman-firman-Nya. Konsep ini merupakan bagian penting dari pemahaman kita tentang wahyu dan komunikasi antara Allah dan manusia. Sebagai Malaikat yang dipercaya, Jibril memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan Allah kepada manusia, memberikan petunjuk dan berita gembira kepada mereka.

Leave a Comment